• your image alt

    Slider Title 1

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 2

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 3

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Ponari: Sebuah Renungan


Ditengah kebosanan kita (bahkan muak kali!) dengan berita-berita yang terkait dengan Pemilu, khususnya iklan-iklan para Calon Anggota Legislatif yang berperan bak seorang bintang pilem, kita dikejutkan dengan berita tentang Ponari "Si Dukun Cilik"


Yah, kemunculan Si Dukun cilik yang tiba-tiba menyeruak dalam kehidupan kita, ternyata benar-benar telah mampu menyedot begitu banyak perhatian kita. Dari mulai rakyat jelata sampai yang bukan jelata (Sich siapa ya yang bukan jelata?)
Sebetulnya gerangan apa yang sedang terjadi dengan masyarakat kita ya? Ketika ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat kita berdesak-desakan antri untuk mendapatkan mukjizat dari batu-nya Si Ponari. Logika kita kandas disana. Kita dibuat terheran-heran dengan semua fenomena tersebut. Dokter, Paramedis dan "Si Sakit" yang sering memerlukan waktu lama untuk mengobati sebuah penyakit, terhenyak dengan kejadian tersebut.
Kita dibuat tercengang ketika harus menyaksikan bahwa ada sebagian dari calon pasien Si Dukun, yang dengan penuh keyakinan mengambil air dan tanah di sekitar rumah Ponari.
Dan ketika Aparat yang berwenang melarang Si Dukun untuk berpraktikpun, ternyata tidak mampu menghentikan laju dari para pencari kesembuhan tersebut, bahkan ketika MUI mengeluarkan fatwanyapun hal tersebut tetap berjalan.
Sehingga dalam hal ini siapakah yang salah? Apakah Ponari yang salah? Ataukah mereka yang datang untuk mencari kesembuhan atas penyakit yang dideritanya?
Cukupkah pemerintah, melalui aparat sebagai kepanjangan tangannya, hanya mengeluarkan segala larangan ini dan itu? Kayaknya enggak tuch...! Pemerintah harusnya bisa bersikap lebih arif lagi dalam mensikapi hal tersebut. Sudah cukupkan fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah untuk rakyatnya? Sudah terjangkaukah layanan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah bagi masyarakat kecil khususnya? Kalau melihat fenomena Ponari (dan mungkin ada banyak Ponari-Ponari yang lainnya yang tidak terekspose) maka jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah ....... belum kale!

Baca selengkapnya »
2.23.2009 0 komentar

Pisang Dempet


Kemaren pagi di kantor ada temen yang bawa setandan pisang (udah masak tentunya!). Kalau di tempat kami orang menyebutnya pisang susu, ndak tau kenapa disebut seperti itu, apa karena bentuknya atau enak aja untuk nyebutnya begitu. Tapi bukan itu yang akan aku ceritain disini.
Yang menarik perhatianku adalah pas aku mo ambil tuh pisang, kulihat ada pisang yang aneh. Ya, aneh. Anehnya kenapa? Karena pisang itu double alias dempet. Mungkin bagi kebanyakan orang hal kayak gitu sudah biasa dan bukan hal yang aneh lagi. Tapi bagiku hal tersebut benar-benar aneh sehingga membuatku memikirkan beberapa hal. Yang aneh dari pidang itu adalah

Yang pertama, saat aku melihat pisang itu aku langsung teringat akan kebesaran Allah SWT. Begitu sempurna dan lengkap segala ciptaan-Nya.
Keberadaan pisang itu mengingatkanku pada apa yang pernah diomongin sama anak lelakiku, Abigael Dzacky Abiyan atau yang biasa kami panggil Biyan. Dia pernah ngomong ke aku, "Pak kenapa Allah memberi kita dua mata dan dua telinga, kenapa tidak satu saja? dan kenapa mulut kita hanya satu, bukan dua?" Dia bukanya minta jawaban dariku, tapi dia sendiri yang menjawabnya. Menurutnya bahwa Allah memberi kita dua mata itu berarti bahwa kita harus lebih banyak belajar dengan melihat, demikian juga dengan telinga kita yang dua harusnya lebih banyak kita gunakan untuk mendengar dibandingkan dengan mulut kita yang cuma satu. Intinya, menurut dia bahwa kita harus lebih banyak melihat dan mendengar daripada berbicara. Hi guys, jangan serius banget bacanya donk! Enjoy aja. Ok.
Kembali ke pisang dempet tadi. Apa gerangan maksud Allah menciptakan pisang yang seperti itu? Kalau ada temen-temen yang emang punya pendapat atau jawaban dari pertanyaan tersebut tolong kasih tau aku ya? Karena sampai detik ini aku hanya tau satu jawaban, yaitu bahwa pisang dempet ternyata mempunyai khasiat yang sangat manjur. Apa sich khasiatnya. Khasiatnya yaitu bisa untuk ngobatin orang yang sedang lapar. Pasti dijamin manjur kalau makan pisang dempet. Gimana gak manjur orang makan 2 pisang.

Baca selengkapnya »
2.22.2009 1 komentar