• your image alt

    Slider Title 1

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 2

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

  • your image alt

    Slider Title 3

    Place Your Description here.... At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas...

The Annoying Technology

Apa iya technology bisa mengganggu?
Ceritanya gini, barusan Kang Paijo khan melaksanakan kewajiban dia sebage anggota PPK untuk melaksanakan sosialisasi Pemilu Presiden n Wapres Tahun 2009 di sebuah desa. Acara inti malam tadi adalah pelantikan dan pengambilan sumpah ketua KPPS. Nah diacara inilah kejadian yang Kang Paijo maksudkan terjadi.

Pertama pada saat semua yang hadir sedang menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (Kayaknya acaranya resmi banget ya?), tiba-tiba ada ponsel (yang bener istilahnya ponsel atau HP ya?) seorang peserta yang berbunyi. Dan ladhalah, dengan santainya siempunya ponsel tersebut mengambilnya dari saku dan membaca sesuatu (Mungkin ada SMS yang masuk). Hal itu beliau lakukan dengan sambil tetap menyayikan lagu Indonesia Raya.



Yang kedua kayaknya lebih parah lagi, karena itu terjadi pada seorang ketua KPPS yang sedang diambil sumpahnya. Dan kejadiannya sama seperti yang pertama tadi, beliaupun dengan santainya mengeluarkan ponsel dari sakunya, membaca sesuatu dan terakhir memasukkan ke dalam sakunya kembali. Santai banget gitu!

Demikian juga saat Kang Paijo sedang menyampaikan materi sosialisasi, beberapa kali terdengar ponsel dari yang hadir mengeluarkan bunyi-bunyian yang (jujur) sangat mengganggu jalanya acara pada malam tadi.

Bahwa technology itu diciptakan demi memudahkan manusia sebagai usernya, tapi ketika hal tersebut digunakan bukan pada tempatnya atau pada situasi yang tidak semestinya, penggunaan technology tadi akan bisa menjadi sesuatu yang menjengkelkan.

Kejadian tersebut apakah berangkat dari budaya kita atau dari ketidakpahaman sang user akan technology yang dipakainya? Bukankah kita bisa mengaktifkan fitur "silence" pada kondisi-kondisi seperti tadi, sehingga ponsel kita tidak akan menimbulkan bebunyian yang mengjengkan tadi. Maka dari itu yang terpenting dari adanya technology bukanlah kemampuan kita dalam membeli perangkat tersebut, tetapi yang utama adalah bagaimana kita bisa memberdayakan diri kita selaku user dari technology tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakan technology tersebut.

Kang Paijo jadi teringat dengan rekan-rekan kerja yang beberapa hari belakangan ini kayak diburu nafsu untuk membeli Laptop. Karena beberapa rekan tersebut faktanya belum bisa mengoperasikan PC walaupun sebatas pada penggunaan yang sangat mendasar, seperti mengetik dsb. Apakah ini yang disebut dengan korban dari technology? Bahwa kenyataanya mayoritas masyarakat Indonesia ketika memutuskan untuk membeli suatu gadget (perangkat) motif utamanya bukanlah fungsi dari gadget tersebut. Tapi motif yang dominan adalah gengsi ....


Baca selengkapnya »
6.15.2009 1 komentar

Pengumuman

Gembira dan Sedih ... Yah itulah yang Kang Paijo rasakan ketika akhirnya hasil Ujian Nasional 2008/2009 diumumkan Sabtu kemaren. Gembira ketika tau bahwa salah satu program studi yang ada bisa lulus 100%. Tapi juga sedih karena disisi lain, untuk satu program studi yang lain masih banyak yang tidak lulus.



Kang Paijo sebagai seorang pendidik, sebetulnya sadar bahwa yang namanya pendidikan itu adalah sebuah proses. Proses yang didalamnya terlibat begitu banyak aspek yang akan menentukan hasil akhirnya nanti, yaitu pada saat anak didik tersebut harus menghadapi Ujian Akhir. Dengan demikian bahwa berhasil tidaknya seorang siswa dalam mengikuti Ujian Akhir (Lulus/Tidak Lulus) bukan hanya menjadi tanggung jawab guru di kelas XII. Namun pada kenyataannya, beban kelulusan sepertinya ditumpukan pada pundak guru-guru yang mengajar di kelas XII tersebut. Sehingga sering kali hal tersebut menjadi beban bagi sebagian guru kelas XII.

Ketika pada akhirnya ada beberapa siswa yang tidak lulus, Kang Paijo merasakan adanya sebuah kegagalan yang begitu sangat dalam dirinya. Dia merasa telah gagal menjadi seorang guru karena mayoritas dari siswa yang tidak lulus disebabkan oleh mata pelajaran yang diampunya. Tapi apa memang harus seperti itu. Haruskah Kang Paijo merasa bahwa dia adalah sumber ketidak lulusan tersebut?

Disatu sisi, ketika ada beberapa siswa yang menangis ato bahkan sampe pinsan karena tidak lulus, sebagian besar siswa yang lain justru berpesta pora merayakan kelulusan mereka dengan berbagai tindakan yang begitu atraktif. Mereka mengecat baju dan bahkan rambut dengan pilox, berpawai dengan sepeda motor dsb. Dimanakah rasa solidaritas yang selema ini mereka agung-agungkan? Ato mereka sudah tidak peduli lagi dengan nasib beberapa teman mereka yang tidak lulus?

Kang Paijo jadi teringat sebuah nasihat dari orang bijak yang mengatakan bahwa orang yang akan berhasil/sukses dalam hidup ini adalah orang yang bisa merasakan kesedihan dalam kegembiraanya dan orang yang bisa bergembira dalam kesedihannya. Bahwa ketika kita berhasil/gembira, pasti disisi lain ada orang yang tidak berhasil/gembira, demikian juga sebaliknya. Jadi intinya adalah bagaemana kita bisa berempati dengan perasaan orang lain.


Baca selengkapnya »
6.14.2009 1 komentar

Happy Birthday My Girl



Tepat hari ini, Si Cantik Naila, genap berusia 2 tahun. Selama dua tahun kami menerima amanah dari Allah S.W.T. untuk menjaga dan mengasuh Naila, kami banyak mendapatkan pelajaran yang begitu berharga tentang hidup dan kehidupan.

Bayangkan ketika Si Imut Nai masih berusia 8 bulan, dia harus masuk ke Rumah Sakit dan sampai sekarangpun ketika usianya sudah 2 tahun, dia masih harus melakukan perawatan dengan dokter spesialis anak.



Kehadiran Naila memang betul-betul sangat berarti bagi kami. Dia hadir sebagai pelengkap dalam kehidupan kami. Namun, kami sadar sesadarnya bahwa apapun yang Allah berikan kepada kami adalah yang terbaik baik kami. Dan itulah yang membuat kami sekeluarga mampu untuk menjalani hidup dan kehidupan ini bersama-sama.

Kami yakin bahwa Allah telah memberikan kekuatan yang lebih kepada Gadis Kecilku itu. Kami yakin bahwa Nai akan mampu untuk melewati segalanya dengan smooth. Dan keyakinan itulah yang membuat kami jadi begitu tegar menghadapi semuanya.

Dihari ulang tahunnya ini, aku panjatkan rasa puji syukur terhadap Allah S.W.T. atas karunia terindah dalam hidup kami. Terimakasih kami terhadap dr. Rebuwa Hendardi, DSPA., atas layanan yang diberikan selama ini. Terimakasih untuk Istri dan Anak-anakku tercinta atas segala yang kalian berikan selama ini.

Dan untuk Si Cantik Naila, di hari ulang tahunmu ini kami panjatkan do'a semoga Nai lekas sembuh n we promise we will do the best 4 U n 4 all our children. Amin!

Baca selengkapnya »
5.24.2009 2 komentar

Kontroversi Facebook

Situs jejaring sosial www.facebook.com saat ini menjadi buah bibir sederet kalangan. Bahkan, tempat pencari sahabat ini mejadi arena perdebatan di kalangan santri. Facebook disoroti karena dianggap menjadi ajang untuk kegiatan yang bersifat iseng dan pornografi. Sejumlah ulama kabarnya bahkan menginginkan MUI untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap situs jejaring sosial itu.
Aksi keras memprotes keberadaan Facebook oleh para ulama tidak lain didasarkan karena para santri di pesantren sudah tidak konsentrasi ke pelajaran. Melainkan kecanduan meng-update status di Facebook.

Sebelumnya Associated Press memberitakan para tokoh muslim di Indonesia berencana mengeluarkan fatwa tentang jejaring sosial di internet. Alasannya situs semacam Facebook bila disalahgunakan bisa mengundang birahi. Dalam berita tersebut Associated Press mengklaim mendapatkan sumber dari juru bicara Ponpes Lirboyo, Kediri, Nabil Haroen, tapi belakangan pengasuh ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki membantahnya.
Apakah dengan dalih seperti itu dapat dijadikan sebagai pembenar untuk mengharamkan Facebook?

Menurut Kang Paijo, tidak perlu dikeluarkannya fatwa haram, ataupun pemblokiran pemerintah terhadap situs jejaring sosial tersebut. Facebook, sebagai bagian dari kemajuan teknlogi dalam bidang IT, ibarat pisau. Kalau digunakan oleh orang baik akan bermanfaat, tapi kalau dipegang penjahat akan membahayakan. Kita tidak mempersoalkan jika situs Facebook digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat seperti berbisnis ataupun lainnya. Tidak perlu ada blok-blokan. Dulu Depokominfo sudah pernah memblokir situs porno, tapi tetap saja ada. Jadi enggak perlu diblok, tapi sebaiknya bagaimanan cara memfilter dan tentunya yang terpenting adanya peranan dari semua pihak termasuk orang tua. Ini semua konsekuensi dari kemajuan teknologi informasi, di mana kemajuan sudah masuk ke pesantren dan anak-anak kecil sudah pakai komputer,

Namun mencuatnya isu itu menurut KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak akan berlangsung lama dan akan padam dengan sendirinya.
"Itu kan jadi masalah sekarang lama-lama juga hilang," kata Gus Dur di acara Kongkow bareng Gus Dur di KBR68H Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (23/5/2009).



Baca selengkapnya »
2 komentar

Teknologi Amburadul Ala Pileg 2009 Mungkinkah Terulang Kembali?

Pemilihan Umum Anggota Dewan (Pileg) Tahun 2009 telah terlewati dengan mensisakan berbagai persoalan, terutama yang patut kita catat adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pertanyaannya sekarang apakah masalah tersebut akan muncul kembali ketika Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tinggal 46 hari lagi? (Itu hitungan ketika tulisan ini dibuat coy)

Melihat perkembangan Daftar Pemilih sampai hari ini, kita jadi harap-harap cemas. Why? Karena seperti kita ketahui, pihak KPU sampai hari ini telah melakukan perubahan terhadap Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Tahapan, Program & Jadwal .... dengan Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2009, yang bahkan masih ditambah dengan SE (Surat Edaran coy) dari KPU tentang perpanjangan waktu penetapan Daftar Pemilih Tetap sampai tanggal 28 Mei 2009 untuk tingkat KPUD Kabupaten/Kota. Dan itu masih ditambah lagi dengan berita bahwa KPU membuka pendaftaran Pemilih melalui email. Wow, so funtastic ....



Melihat antisipasi yang telah dilakukan KPU tersebut, kayaknya angka pemilih yang tidak terdaftar bisa diminimalisir, tapi bukan jadi nol persen lho. Ato bahkan nantinya jumlah pemilih yang tercatat double malah bisa bertambah. Kenapa? Karena KPU telah mengeluarkan satu ketentuan bahwa pemilih boleh mendaftar di daerah domisili akhir walaupun yang bersangkutan bukan warga daerah tersebut. Sehingga bisa saja seseorang telah tercatat di daerah asalnya dan juga tercatat di tempat domisili yang sekarang. Misalnya karena sekolah ato bekerja di luar daerahnya.

Hal diatas sangat mungkin terjadi karena berdasarkan berita dari sumber yang bisa dipercaya, bahwa program yang di pakai KPU untuk pengolahan data pemilih, tidak semua KPUD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia bisa mengaksesnya, hanya sekitar 30% dari jumlah Kabupaten/Kota yang bisa melakukannya. Menurut sumber tadi, untuk menjalankan program tersebut diperlukan harddisk berkapasitas 1 terrabyte. Mendengar hal tersebut, Kang Paijo jadi bertanya-tanya, program kayak apa sich yang dipake KPU sehingga mengharuskan penggunaan hardisk segitu gedenya?

Satu hal lagi, kenapa dalam pengolahan data dari mulai DPS, DPSHP sampai DPT yang harus dilakukan oleh PPS dan kemudian masuk ke PPK untuk selanjutnya diteruskan ke KPUD Kabupaten/Kota dst, tidak disediakan satu system yang tinggal pakai. Seperti misalnya untuk pendataan Siswa Peserta Ujian Nasional, BIOSMA gitu. Karena program yang dipakai hanyalah menggunakan Microsoft Excel dengan segala keterbatasanya. Apakah dengan dana penyelenggaraan Pemilu yang segitu besarnya akan menjadi minus ketika harus membuat sebuah program untuk entry data pemilih?

Ketika menggunakan excel, walaupun dengan rumus yang mungkin oleh perancangnya dianggap telah begitu sempurna, namun pada kenyataannya masih saja terdapat beberapa kekurangan/kesalahan yang bisa berakibat fatal, tidak terdaftarnya seseorang ato bahkan seseorang didaftar double. Sebagai contoh, ketika disana sudah dibuat rumusan untuk mengecek adanya nama yang double, itu bisa berakibat fatal ketika pada kenyataanya memang ada dua orang dengan nama dan tanggal lahir yang sama, karena rumusan itu mengharuskan salah satunya untuk didelete. Tuh khan, hilang 1 suara ....

Liding cerita, Paijo berharap kedepannya bahwa kemajuan teknologi bisa benar-benar dimanfaatkan oleh bangsa ini dalam segala hal, dengan berkaca dari kejadian yang selalu berulang dalam penyelenggaraan pemilu di negeri ini. Semoga ....


Baca selengkapnya »
5.23.2009 1 komentar

Lagi lagi Haram

Tadi sewaktu Paijo lagi nonton TV, tanpa sengaja matanya melihat running text tentang pernyataan dari Forum Santri se Jawa Timur yang mengharamkan Friendster dan Facebook. Entah karena Kang Paijo hanya melihat berita itu dari running text tadi, sehingga membuat dia jadi ngedumel. "Kemaren dulu MUI mengharamkan rokok, sekarang giliran Forum Santri yang ikut-ikutan mengharamkan Friendster dan Facebook"



Kalo dulu saat MUI mengharamkan merokok di tempat umum dan bagi anak-anak, secara logika Kang Paijo bisa menerima alasan pengharaman tersebut. Namun sekarang Kang Paijo tidak bisa menemukan logika atopun argumen di balik pengharaman Friendster dan Facebook. (Bukannya karena Kang Paijo juga punya account Facebook lhoh!). Ato mungkin karena saat uneg-uneg ini ditulis, Kang Paijo belum mendapatkan informasi tentang latar belakang ato dasar pemikiran dari pengharaman tersebut. So, wait and see ajalah ....

Baca selengkapnya »
1 komentar

Penggunaan IT Ala Pemilu 2009

Akhirnya Pesta Demokrasi (atau Democrazy ya …) pemilihan umum untuk anggota Legislatif Tahun 2009 telah usai dengan segala kekurangan dan kelebihannya (Kayaknya lebih dominan minusnya lho!).

Satu hal yang jadi pemikiran Kang Paijo dalam hal ini adalah penggunaan sarana Teknologi Informasi (TI/IT). Bahwa pengelohan data raksasa tidak diikuti dengan pengelolaan system yang baik. Hal tersebut nampak dari beberapa kejadian dan yang paling menonjol adalah kesemrawutan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Begitu banyak mereka yang berhak memilih tidak tercantum dalam DPT.

Pemutakhiran data ala KPU ternyata menghasilkan dat yang jauh dari mutakhir. Ketika seseorang dalam Pemilu 2004 terdaftar sebagai pemilih, mengapa di tahun 2009 tidak bisa mencontreng karena tidak terdaftar dalam DPT? Sebuah system dengan hasil yang lebih buruk kayaknya akan jadi sebuah "dosa" yang susah untuk dimaafkan.

    Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dalam 5 tahun terakhir ternyata tidak menjamin pelaksanaan pemilu menjadi lebih baik. Siapakah yang salah dalam hal ini? Teknologinya atau orang-orang dibalik teknologi tersebut (baca user-nya).

    Mengapa pemilu 2009 ini begitu amburadul? Tidak ada penjelasan yang memadai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Barangkali inilah persoalan sesungguhnya, yaiut KPU kurang tanggap (atau bahkan tidak tanggap) atas permasalahan yang terjadi. Leporan kesemrawutan DPT sudah disampaikan oleh berbagai elemen jauh-jauh hari. Bukannya melakukan tindakan yang perlu, KPU malah terkesan nekad mengumumkan kesiapan 100%. Faktanya kemudian, golongan putih diduga mencapai 40% (versi Puskaptis), tertinggi dalam sejarah pemilu di tanah air.

    Tak kurang seorang Amien Rais mempertanyakan kesahihan software yang digunakan KPU. Tanpa audit software yang layak dari pihak-pihak yang berkompeten, bukan mustahil manipulasi data dapat terjadi.. carut-marutnya DPT membuktikan hal ini. Apakah hal tersebut sebagai akibat proses pendataan tang tidak akurat ataukah masalah pada software seperti database? Tentu riskan bila database yang digunakan ngadat. Namun mengingat begitu masifnya data dan petugas pendataan yang terlibat, kesalahan ini sangat mungkin terjadi.

    Kita tentu ingat kejadian pada Pemilu 2004. Walau KPU tel;ah menjamin keamanan data hingga 7 lapis, server berada di tempat tak tersentuh, hasilnya kemudian cukup menghebohkan: situs KPU bobol. Nama-nama partai berubah menjadi buah-buahan. Meskipun tidak sampai mengacaukan penghitungan suara, tapi hal ini cukup mengganggu kredibilitas penyelenggara pemilu.

    Bagaimanapun, hajatan besar pemilu 2009 diharapkan sukses, melahirkan parlemen dan pemerintahan legitimate. Berbagai kekurangan pada pemilu legislative diharapkan tidak terjadi pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden tanggal 8 Juli 2009. Perlu pembenahan secara fundamental menghadapi pemilu 2014 nanti. Kepercayaan pada teknologi harus segera dibangun bila tidak ingin mengalami masalah yang sama. Bila tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

Baca selengkapnya »
5.20.2009 1 komentar

What is Campaign? It's a party? ...

Apa ya kampanye itu? Mengapa kita harus kampanye juga? Itu mungkin dua dari sekian banyak pertanyaan yang kesannya jadul banget! Tapi itu memang yang terlintas dalam benaknya Paijo sewaktu hari minggu kemarin selepas dari Hotel Candisari Karanganyar.

Saat keluar dari gerbang hotel tersebut, Paijo disuguhi satu pemandangan yang membuat kita miris! Sampah bekas bungkus makanan dan botol air minum mineral bertamburan memenuhi halaman parkir hotel tersebut. Sementara yang empunya barang tersebut sudah bersiap diatas puluhan sepeda motor yang suara knalpotnya mereka geber-geber sehingga sungguh-sungguh memekakan telinga. Belum lagi ditambah dengan penampilan mereka yang terlihat begitu garang, dengan wajah memerah entah karena kepanasan atau make up, yang pasti penampilan mereka begitu membuat kita [terpana].
Dengan melihat seragam yang mereka pakai, tahulah kita bahwa mereka adalah simpatisan dari sebuah parpol. Firstly, Paijo mikir, berapa anggaran yang harus dikeluarkan oleh sang caleg untuk mengerahkan simpatisan sebanyak itu? Untuk uang bensin, uang makan dan bahkan uang rokok! Itu baru untuk satu kali kegiatan. Next, yang jadi pikiran Paijo efektifkan cara-cara kampanye yang ditempuh oleh para caleg ataupun parpol dengan pengerahan massa seperti itu? Apakah ada yang bisa menjamin bahwa di tanggal 9 April 2009 besok, mereka-mereka akan memberikan suara untuk parpol atau caleg tersebut?
Apakah ini sebagai akibat dari penggunaan bahasa yang kurang pas [atau bahkan salah kale!]. Kita terbiasa menyebut perhelatan Pemilu sebagai ajang PESTA DEMOKRASI, sehingga dari kata PESTA itulah yang menyebabkan seolah-olah halal bagi mereka untuk berbuat apapun! Kita tahu bahwa aturan tentang kegiatan kampanye sangatlah ketat dan lengkap, but pada kenyataanya seperti yang sudah-sudah aturan tersebut jadi mandul ketika harus berhadapan dengan realita yang seperti itu! [apa karena kita Indonesia ya?] Dimanakah aparat yang berwenang saat ada acara seperti itu? Dimanakah para Polisi yang gagah berani? Dimanakah Panwaslu? Apakah beliau-beliau tersebut memang tidak tahu dengan adanya kegiatan tersebut atau memang sengaja membiarkan hal-hal tersebut terjadi! Ketika para simpatisan tersebut tidak memakai helm? Ketika para simpatisan tersebut berkendara dengan membahayakan pengguna jalan yang lain?
Akhirnya, Akankah kita pada hari Kamis tanggal 9 April 2009 besok menitipkan suara kita untuk para caleg yang berkampanye seperti itu? Apa yang akan terjadi jika caleg-caleg tersebut yang nantinya terpilih? Kalau kayak gitu ceritanya, kayaknya Paijo mending milih Gus Dur aja kale!

Baca selengkapnya »
4.01.2009 1 komentar

Guru Belajar! Why Not gitu loh ....

Haruskah Guru belajar? Mungkin kedengaranya aneh! Tapi itu yang terjadi di pagi ini, bertempat di Jatijajar Room Hotel Candisari Karanganyar. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Purwanto, S.Pd., lebih dari 400 orang peserta, yang didominasi guru-guru, hari ini belajar untuk membuat media pembelajaran.
Tak bisa dibayangkan kalau semua peserta ketika pada akhirnya bisa dan mau menerapkan apa yang didapat pada hari ini. Paijo yakin pendidikan di Kebumen akan bisa melesat cepat untuk mengejar segala ketertinggalannya!!

Tapi melihat dari sebagian peserta dan kenyataan bahwa dari 400-an peserta hanya sekitar 10 orang yang baru memiliki blog, kayaknya harapun itu jauh api dari panggangannya. Jangan-jangan para peserta itu hanyalah sebagian besar dari para pemburu sertifikat. Ya, mereka-mereka mengikuti seminar bukannya didasari oleh niat untuk mendapatkan ilmu dari para penyaji, tapi hanya untuk ngumpulin sertifikat kaitannya untuk proses sertifikasi!
BTW, Paijo berharap apapun motivasi mereka untuk mengikuti seminar tersebut, sedikit banyak akan membuka wawasan mereka bahwa ternyata di era sekarang ini, IT bukan lagi sebuah kebutuhan tapi sebuah keharusan. Ya, keharusan bagi siapapun, termasuk guru-guru yang memang benar-benar ingin menjadi seorang guru yang profesional, bukan sebatas guru yang konvensional. Guru yang dari hari ke hari, bahkan tahun ke tahun masih tetap seperti yang dulu, baik dari cara mengajar maupun bahan ajarnya.
Akhirnya, Paijo hanya berharap semoga di beberapa hari kedepan akan semakin banyak guru-guru di Kebumen yang bisa dan mau berbagai tentang ilmu yang di miliki, baik itu lewat website ataupun blog. It's time to share, ya sekarang waktunya untuk berbagi. Karena dengan berbagi, kita akan semakin kaya dengan ilmu-ilmu kita.
Paijo tunggu kiprah guru-guru di Kebumen ini dalam hal penerapan dan penguasaan IT untuk pembelajaran ....

Baca selengkapnya »
3.29.2009 0 komentar

Pe De aja lagi ....

Hari ini Paijo ditugaskan sama Pimpinannya untuk menghadiri sebuah acara di Kebumen. Dengan PD-nya Paijo berangkat pagi, karena di surat tugas yang Paijo terima tidak ada keterangan waktu tentang pelaksanaan hal tersebut. Sehingga ketika Paijo sampai di tempat tujuan, kurang lebihnya pukul 7.30 WIB, belum satupun undangan yang hadir. Bahkan Satpam di tempat tersebut mengatakan bahwa biasanya kegiatan semacam itu paling cepet dimulai pukul 9.00.


Akhirnya daripada bingung nunggu terlalu lama, iseng-iseng Paijo keliling kota tersebut, mbok lagi rejekinya Paijo bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari apa yang dia lihat. Faktanya, saat Paijo muter-muter tersebut, Paijo mendapatkan satu kenyataan bahwa sepanjang sisi dan pemisah jalan di kota tersebut telah berubah menjadi belantara Bendera Parpol dan Baliho/Poster dari para Calon Anggota Dewan yang terhormat.
Satu tanya yang sempat terlintas dalam benak Paijo adalah apakah para pemasang Baliho/Poster tersebut membayar pajak, seperti halnya pajak yang harus dibayarkan oleh pengiklan-pengiklan dari dunia usaha? Next, tak lupa Paijo sempatkan untuk membaca apa-apa yang tertulis dalam poster mereka selain nama dan parpol mereka. Ternyata ada satu hal yang membuat Paijo jadi menyunggingkan senyumannya. Why? Karena ada beberapa caleg, yang entah karena kurang PD atau terlalu bangga dengan trah keluarganya, juga mencantumkan nama dari Orang Tuanya atau bahkan nama dari Kakek Neneknya. Dan yang lebih parah lagi, ada beberapa nama yang telah menyandang gelar Alm. di depan nama mereka.
Ketika para caleg tersebut untuk memasarkan dirinya saja harus mendompleng nama orang lain, apakah itu suatu pertanda akan kesadaran mereka terhadap diri mereka yang kurang atau belum "Marketable". Ketidak-PD-an tersebut (kalo bolah Paijo menyimpulkan) mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita bukanlah suatu masalah. But, bagi seorang Paijo, yang memang punya pikiran nyleneh, hal tersebut menjadi masalah yang besar.
Bagaimana kita bisa menggantungkan masa depan bangsa ini kepada orang-orang yang kurang PD tersebut? Apakah mungkin di dalam ketidak-PD-annya, mereka-mereka berani untuk menyampaikan suara rakyat? Atau jangan-jangan ketika nantinya mereka telah terpilih jadi anggota dewan yang terhormatpun ketika harus menyampaikan sesuatu juga akan berujar "Menurut Bapak/Almarhum Kakek saya, bla bla bla ...."
Semoga apa yang jadi kekhawatiran Paijo hanyalah sebatas kekhawatiran karena ketidakmampuan Paijo dalam mensikapi realitas yang ada. Juga karena nylenehnya daya pikir Paijo aja kale!


Baca selengkapnya »
3.03.2009 0 komentar

38 Hari Lagi

Ya 38 Hari Lagi, itulah judul postingan-ku kali ini. Apa sich yang 38 hari lagi? Pemilu 2009 jawabnya. Bahwa ketika Kang Paijo mencoba nulis ini, di situsnya KPU disana tertulis bahwa Pemilu kurang 38 hari lagi. Trus apa hubungannya dengan Kang Paijo, yang bukan pengurus atau calon anggota Legislatif? (boro-boro pengurus apalagi caleg, wong anggota aja bukan! tapi bukan golput lho).
Ceritanya, di perhelatan pesta demokrasi tahun ini, Kang Paijo khan di dapuk sebagai anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sehingga dia merasa punya kepentingan dengan semakin dekatnya pelaksanaan pesta tersebut.
Yang jadi pemikiran dan keprihatinan Kang Paijo adalah sampai saat sekarang masih belum terpenuhinya berbagai perangkat perundangan kaitannya dengan Pemilu tersebut. Sebagai contoh, belum keluarnya dasar hukum tentang pencoblosan ganda, ....

aturan untuk menetapkan siapa yang menang dan aturan tentang DPT Tambahan. Karena ketika Kang Paijo melakukan sosialisasi di beberapa kesempatan, mayoritas hal-hal tersebut yang ditanyakan oleh para peserta. Sehingga ketika Kang Paijo yang dalam hal ini sebagai kepanjangan tangan dari KPU aja belum ngeh, gimana dengan calon pemilih yang lainnya? Bahkan KPU Pusat-pun masih menunggu Pemerintah sampai akhir februari (udah lewat khan) untuk mengeluarkan Perpu.
Ditambah lagi dengan beberapa hasil simulasi yang telah dilakukan beberapa stasiun televisi, yang menunjukkan sebuah kenyataan bahwa untuk memberikan hak suara dengan mencontreng ternyata menimbulkan beberapa masalah. Dari waktu yang diperlukan relatif lama, sampai masalah-masalah kecil semisal untuk melipat kembali kartu suara (karena sangking lebarnya kale!).
Nah, ketika permasalahan-permasalah tersebut tidak segera tertuntaskan dengan diterbitkannya Perpu, maka potensi konflik di Pemilu tanggal 9 April 2009 akanlah sangat besar. Sehingga harapan Kang Paijo, moga-moga aja KPU dan Pemerintah bisa bergegas untuk menghasilkan sebuah payung hukum kaintannya dengan pelaksanaan Pemilu yang tinggal 38 hari lagi. Karena satu keyakinan Kang Paijo bahwa Pemilu must go on!


Baca selengkapnya »
3.02.2009 0 komentar

Jendral Naga Bonar

Hari Sabtu kemarin kita dikejutkan dengan berita bahwa Bang Deddy Miswar (Sorry Bang kalo salah tulis) siap untuk dicalonkan sebagai Presiden pada Pemilu 2009. Sungguh mengejutkan! Ya begitulah Indonesia dan sebagai warga negara yang baik, kita harus selalu siap dengan kejutan-kejutan yang bisa muncul kapanpun dan oleh siapapun. Karena kalo tidak ada kejutan dan tidak ada yang nganeh-nganehi bukan Indonesia, katanya ....
Satu hal yang membuat Paijo tergelitik untuk menulis adalah sebuah tanya, apakah masih kurang banyak dari sekian calon presiden yang sudah memproklamirkan diri, Sehingga sang Jendral Naga Bonar-pun harus turun dari pertapaannya? Hanya Bang Deddy-lah yang bisa menjawabnya!


Menurut si Paijo, ketika Bang Deddy jadi Jendral Naga Bonar, itu hanya sebuah kejadian di dunia fiksi/khayal. Ya iyalah. Hanya di dunia fiksi seorang pencopet bisa dengan gampangnya jadi seorang jendral. Sehingga dengan mudahnya sang Jendral membagi-bagi pangkat terhadap yang lainnya. Tapi ketika Sang Jendral sudah memutuskan untuk bertempur memperebutkan tahta R1, itu bukan dunia fiksi lagi, itu sebuah kenyataan. Ya sebuah kenyataan yang entah bagaimana kita harus mensikapinya.
Kang Paijo sempat berpikir, apakah itu bukan sebuah sindiran dari seorang Deddy Miswar terhadap kondisi yang terjadi saat sekarang, dimana begitu banyak mantan jendral di negeri ini yang mencoba peruntungannya untuk menggapai kursi R1. Seperti iklan-iklan (kampanye tepatnya kale!) yang selalu rajin menyapa kita di hampir seluruh media, baik itu cetak maupun elektronik. Iklan-iklan yang selalu menampilkan sosok seorang bak pahlawan bagi kaum marginal. Tapi ketika melihat kenyataan bahwa majunya Sang Jendral karena diusung oleh beberapa Parpol, Kang Paijo jadi semakin tidak mudeng dengan maunya Sang Naga Bonar.
Disatu sisi, adalah sebuah kenyataan bahwa peran media massa sebagai tempat pemasangan iklan (tempat kampanye)sangatlah besar pengaruhnya terhadap masyarakat kita. Apalagi dalam kondisi seperti saat sekarang, dimana masyarakat kita sering terlihat bertindak tidak rasional. Ketika sebagian masyarakat kita tidak percaya lagi dengan dokter apalagi Puskesmas dan mereka lebih percaya dengan Si Dukun Cilik Ponari, dengan air comberan dari rumah si Dukun atau dari serpihan-serpihan bilik bambu rumahnya sang dukun. Dimanakah rasionalitas itu sekarang?
Demikian juga Kang Paijo kehilangan rasionalitasnya ketika harus menemukan jawaban mengapa Sang Jendral Naga Bonar maju untuk jadi R1. Atau memang kadang-kadang kita harus mencoba melepaskan diri kita dari segala hal yang berbau rasionalitas? Trus .... berarti kita tidak perlu pusing berpikir lagi dong! Pusing dech ....

Baca selengkapnya »
0 komentar

Start To Forgive ....

We often think of forgiveness as something that someone who has done us wrong must ask of us. There is always another way of looking at something. My thoughts on forgiveness suggest you that you focus on offering forgiveness to the person who has wronged you. To not forgive them is like taking the poison (continuing to suffer for what they did or didn't do to yoy) and expecting THEM ti die!
Forgiveness is a gift you give to yourself. It is not something you do for someone else. It is not complicated. It is simple. Simply identify the situation to be forgiven and ask yourself: "Am I willing to waste my energy further on this matter?" If the answer is "No," then that's it! All is forgiven.


Forgiveness is an act of the imagination. It dares you to imagine a better future, one that is based on the blessed possibility that your hurt will not be the final word on the matter. It challenges you to give up your destructive thoughts about the situation and to believe in the possibility of a better future. It builds confidence that you can survive the pain and grow from it.
Telling someone is a bonus! It is not necessary for forgiveness to begin the process that heals the hurt. Forgiveness has little or nothing to do with another person because forgiveness is an internal matter.
Choice is always present in forgiveness. You do not have to forgive and there are consequences. Refusing to forgive by holding on to the anger, resentment and a sense of betrayal can make your own life miserable. A vindictive mind-set creates bitterness and lets the betrayer claim one more victim.
There is nothing so bad that cannot be forgiven. Nothing!
The greatest misconception about forgiveness is the belief that forgiving the offense, such as an affair, means that you condone it. Not true. In fact, we can only forgive what we know to be wrong. Forgiveness does not mean that you have to reconcile with someone who badly treated you.
Another misconception is that it depends on whether the person who did you wrong apologizes, wants you back, or changes his or her ways. If another person's poor behavior were the primary determinant for your healing then the unkind and selfish people in your life would retain power over you indefinitely. Forgiveness is the experience of finding peace inside and can neither be compelled nor stopped by another.
I believe that to withhold forgiveness is to choose to continue to remain the victim. Remember, you always have choice.
When you forgive you do it for you, not for the other. The person you have never forgiven. . . owns you!
Learn to look for and appreciate the love, beauty and kindness around you. It's there, and you may have to change your thinking and behavior to discover it.

Baca selengkapnya »
3.01.2009 0 komentar

The Annoying FAT

To lose weight you need to burn more calories than you take in. To do it efficiently and to make sure it stays off, the following three steps should become part of your every day life:


Start an aerobic program. The activity should be something that you like doing and look forward to doing. The activity doesn't need to be an aerobic class. Instead, it could be walking, biking, inline/ice skating, dancing, etc. Anything that will elevate your Heart Rate (HR) and keep it around your training Zone for at least 12 minutes. Remember, the longer the better.
Modify what you eat. Eat plenty of fruits and vegetables, chicken, rice, potatoes, etc. Read the labels. 1g (gram)FAT=9 calories (to make the math a little easier, round that up to 10 calories). 1g protein or carbohydrates = 4 calories. Don't be fooled by 95% FAT free! Look carefully at how many calories come from FAT. Example, if something has 120 calories, which is pretty low, but it has 9g of FAT and 5g protein and 5g carbohydrates, almost 70% of that product is FAT. Simply switching to the obvious foods will make a big difference, such as, skim instead of whole milk, chicken instead of hamburger, bagels instead of croissants, etc. Also eating small meals more frequently during the day will raise your metabolism and keep you from getting that "I'm starving" feeling.
Resistance Training: To build muscle that will help burn calories throughout the day. One pound of FAT burns 2 calories while one pound of muscle burns 34 calories. Increase your muscle mass and losing FAT will be a lot easier. A simple weight program where you slowly add weight and perform basic exercises every other day, such as, Squats, Bench Press, Pull-downs, and Military Presses are enough for most people.

Baca selengkapnya »
0 komentar

Disable Fungsi Autoplay Windows XP

Ketika ber-komputer sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita, kayaknya ketika itu pula kita sering dibuat pusing dengan yang namanya "VIRUS" dan sejenisnya. Dan ketika kenyataanya bahwa kita harus sering membawa/tranfers data-data dari satu komputer ke komputer lain maka ketika itulah kadang-kadang "VIRUS" telah menjelma bagaikan sebuah zombie yang sangat menakutkan bagi kita. Karena sebagian besar virus yang beredar saat sekarang, penyebarannya mengandalkan media penyimpanan data, semisal CD, Flashdisk, etc. So, kadang ada pengguna komputer yang seolah-olah jadi phobia dengan yang namanya flashdisk, hanya karena takut di dalam flashdisk tersebut telah bersarang segerombolan virus. Segitunya kale.
So the problem is apakah kita harus menghindari/membuang flashdisk yang tidak berdosa tersebut? (Tidak pake flashdisk tepatnya!). Menurut Kang Paijo, bahwa ketakutan atawa rasa takut itu bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi! (Sok filosophis banget gitu!). Nah, as we know bahwa media-media penyimpanan tersebut khan bersifat autoplay, maksudnya ketika ditancepin ke colokannya, media tersebut langsung aktif yang berarti bahwa ketika didalamnya ada virus, virus tersebutpun akan langsung mengaktifkan dirinya. Untuk menghindari aktifnya sang virus secara otomatis, kita dapat melakukan pencegahan yaitu dengan mematikan Fungsi Autoplay. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buka Registry Editor
2. Browse ke alamat registry berikut :
HKEY_CURRENT_USER\Softeware\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer


3. Klik kanan pd string NoDriveTypwAutoRun
Isi value data dengan ff yang berarti fungsi Autorun/Autoplay akan dimatika pada 255 drive.
4. Click tombol OK & keluar dari Registry Editor.
5. Restart computer.
6. Kemudian dilanjutkan dengan mendisable Autorun/Autoplay melalui Group Policy (GPEDIT.MSC), caranya:
7. Klik menu [Start] ׀ Klik [Run]
8. Ketik GPEDIT.MSC pada kolom ”RUN”
9. Setelah muncul layar ”Group Policy” klik folder “System” pada menu “User Confiduration” dan “Computer Configuration”.
10. Pada kolom Settings, klik dua kali “Turn off Autoplay”
Setelah muncul layar ”Turn off Autoplay” properties, klik tabulasi [Ettings] dan pilih opsi ”Enable”.
Pada menu “Turn off Autoplay” kemudian pilih “All Drive” pada kolom “Turn off Autoplay on”.
11. Klik tombol OK
12. Klik “close” untuk keluar dari layer “Group Policy” atau klik pada file ׀ exit.
13. Restart computer.
Semoga trik sederhana ini bisa membantu sodara-sodaraku semua dan sekali lagi bahwa rasa takut itu bukan untuk dihindari, tapi hadapilah rasa takut itu dengan segenap kepercayaan diri. Nuwun.

Baca selengkapnya »
1 komentar